Canberra (ANTARA) - Pejabat manajemen darurat Australia mengatakan pada Senin bahwa uji coba sistem peringatan darurat nasional yang baru berhasil setelah disiarkan ke 94 persen menara seluler.
Otoritas Manajemen Kedaruratan Nasional (National Emergency Management Authority/NEMA) Australia melakukan uji coba nasional sistem peringatan seluler AusAlert pada Senin, mengeluarkan peringatan ke seluruh perangkat seluler pada pukul 14.00 Waktu Standar Timur Australia (11.00 WIB).
Berbicara setelah uji coba tersebut, Menteri Manajemen Kedaruratan Australia Kristy McBain mengatakan sinyal itu berhasil disiarkan oleh 94 persen menara seluler yang ditargetkan, melampaui tolok ukur NEMA sebesar 90 persen.
"Uji coba tersebut telah menunjukkan kemampuannya dalam menyampaikan peringatan darurat dengan cepat dan dalam skala besar," ujar McBain. "Ini merupakan uji coba yang sangat sukses. Kami menjangkau lebih banyak menara daripada yang kami perkirakan."
Sistem AusAlert, yang akan mulai beroperasi pada Oktober, dikembangkan setelah komisi penting kerajaan dibentuk pada 2020 untuk pengaturan bencana alam nasional. Komisi ini mengidentifikasi kebutuhan akan kemampuan peringatan yang lebih modern, andal, dan konsisten secara nasional.
Sistem baru itu menggunakan teknologi siaran seluler untuk mengirimkan peringatan sistem ke perangkat seluler, bukan peringatan berbasis SMS yang bergantung pada jaringan seluler.
Patrick Hetherington, koordinator jenderal sementara NEMA, mengatakan bahwa lembaga tersebut akan menilai seluruh data dari uji coba pada Senin itu guna melakukan modifikasi yang diperlukan sebelum sistem itu diluncurkan sepenuhnya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.