Jakarta (ANTARA) - Apple dikabarkan bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pertama di bawah kepemimpinan John Ternus sebagai CEO baru mereka.
Dilaporkan Phone Arena, Minggu (20/9) waktu setempat, Apple terbilang bukan perusahaan yang sering melakukan PHK massal namun kini sepertinya langkah itu dilakukan untuk menyehatkan kondisi perusahaan.
Kabar PHK pertama di bawah kepemimpinan CEO baru itu dilaporkan Mark Gurman dari Bloomberg lewat buletin Powen On miliknya.
Berdasarkan sumber internal yang tidak disebutkan namanya pemecatan menyasar para pekerja yang tergabung di Apple Fitness+.
Baca juga: Galaxy Z Fold8 alami peningkatan penjualan usai iPhone Duo debut
Baca juga: iPhone 18 Pro dan Pro Max: 10 hal yang wajib diketahui
Layanan Apple Fitness+ sendiri memang bukan penghasil pendapatan yang berarti untuk perusahaan. Bisa dibilang setelah bertahun-tahun eksis, layanan itu gagal tumbuh sebanyak solusi digital maupun fisik lainnya yang ditawarkan oleh Apple.
Tahun lalu, Gurman sempat melaporkan bahwa perusahaan yang berbasis di Cupertino itu memang berupaya memperketat pengelolaan Apple Fitness+.
Selain mencoba peningkatan layanan lewat fitur baru seperti dukungan sulih suara yang dihasilkan AI untuk video latihan, PHK tampaknya menjadi jalan tak terhindarkan.
Gurman meyakini Apple tidak akan menghilangkan layanan tersebut sepenuhnya untuk menghindari reaksi negatif.
Namun perusahaan mungkin akan melakukan pengurangan biaya untuk pengembangan layanan itu dalam waktu dekat.
Gelombang PHK kali ini adalah yang pertama terjadi di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus.
Namun itu bukan berarti PHK akan menjadi lebih umum di perusahaan berlogo Apel itu.
Hal itu dikarenakan PHK pada divisi yang kurang menguntungkan sempat dilakukan juga di bawah kepemimpinan CEO lama Tim Cook pada divisi Apple Vision Pro.
Maka dari itu, PHK kali ini di Apple Fitness+ tampaknya hanya kelanjutan dari langkah korporasi yang memang sudah diputuskan sebelumnya.
Baca juga: Bocoran terbaru ungkap detail layar iPhone edisi 20 tahun
Baca juga: Cara Apple akali pengiriman baterai iPhone 18
Baca juga: Samsung, Apple, dan Google diselidiki soal dugaan pelanggaran paten
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.