Apa Itu Dinasti Umayyah dalam Sejarah Islam? Ini Penjelasan Lengkapnya

September 2026 · 3 minute read

AKURAT.CO Dinasti Umayyah merupakan kekhalifahan Islam pertama yang mengubah sistem pemerintahan dari kepemimpinan musyawarah Khulafaur Rasyidin menjadi sistem dinasti atau monarki turun-temurun. Berdiri setelah berakhinya masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, dinasti ini memegang peran yang sangat krusial dalam sejarah ekspansi dan penyebaran peradaban Islam di tingkat dunia.

Di bawah naungan kekhalifahan ini, wilayah kekuasaan Islam meluas secara masif melintasi tiga benua. Memahami apa itu Dinasti Umayyah secara tuntas memberikan gambaran mendalam mengenai transisi sistem politik Islam serta pencapaian administratif dan kebudayaannya.

Baca Juga: Bagaimana Perluasan Wilayah Islam pada Masa Umayyah? Sejarah Kejayaan Dinasti Umayyah hingga Menjangkau Spanyol

Sejarah Berdirinya Dinasti Umayyah

Kekhalifahan Dinasti Umayyah didirikan pada tahun 661 Masehi oleh Muawiyah bin Abi Sufyan (Muawiyah I). Berdirinya dinasti ini diawali oleh ketegangan politik pasca-wafatnya Khalifah Utsman bin Affan dan konflik internal antara pasukan Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah dalam Perang Siffin.

Setelah Khalifah Ali wafat, kepemimpinan sempat diserahkan kepada putra beliau, Hasan bin Ali. Namun demi menghentikan pertumpahan darah antar-sesama muslim, Hasan memilih melakukan perjanjian damai yang dikenal sebagai peristiwa Amul Jama'ah (Tahun Persatuan) dan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Muawiyah. Sejak saat itu, pusat pemerintahan Islam dipindahkan dari Kota Madinah ke Kota Damaskus di Suriah.

Pencapaian dan Kontribusi Penting Dinasti Umayyah

Selama hampir 90 tahun berkuasa di kawasan Timur Tengah (661–750 M), Dinasti Umayyah mencatatkan sejumlah reformasi dan pencapaian monumental:

Baca Juga: Bagaimana Sistem Pemerintahan Dinasti Umayyah dan Ciri Khasnya

Runtuhnya Umayyah di Timur dan Bangkitnya Umayyah di Andalusia

Kekuasaan Dinasti Umayyah di Damaskus runtuh pada tahun 750 Masehi akibat diskriminasi terhadap kaum non-Arab (Mawali) serta munculnya perlawanan besar dari kelompok Bani Abbasiyah dalam Perang Zab.

Meskipun kekhalifahan di Damaskus hancur, salah seorang pangeran Umayyah yaitu Abdurrahman ad-Dakhil berhasil meloloskan diri ke daratan Eropa. Beliau mendirikan kembali Kekhalifahan Umayyah II di Cordoba, Spanyol (Andalusia), yang kelak menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan paling berkilau di Eropa selama abad pertengahan.

Dinasti Umayyah memegang posisi strategis sebagai peretas jalan meluasnya ajaran dan budaya Islam hingga ke benua Eropa. Meskipun diwarnai oleh berbagai pergeseran politik internal, peninggalan administrasi dan arsitekturnya tetap menjadi bagian penting dari sejarah peradaban Islam.

Nasywa Mutiara Pratista (Magang)