Akses dan sumber air kendala pemadaman karhutla Batang Hari

September 2026 · 2 minute read

Jambi (ANTARA) - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Batang Hari, Jambi, memperkuat dukungan mobilisasi petugas karena akses menuju lokasi kebakaran dan keterbatasan sumber air masih menjadi kendala penanganan karhutla.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Batang Hari Sholihin di Muara Bulian, Senin, mengatakan Satgas telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendapatkan dukungan kendaraan operasional guna mempercepat pergerakan personel menuju lokasi kebakaran.

Menurut dia, sejumlah lokasi kebakaran berada di wilayah dengan akses dan sumber air terbatas sehingga kecepatan mobilisasi petugas menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan.

Kendala tersebut menjadi salah satu perhatian Satgas dalam rapat evaluasi penanganan karhutla di daerah itu.

Selain kendaraan operasional, kebutuhan peralatan pemadaman secara bertahap telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jambi.

"Kebutuhan peralatan pemadaman secara bertahap telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jambi," kata Sholihin.

Peralatan yang telah diterima antara lain pompa, selang, dan alat pelindung diri (APD) untuk menunjang petugas melakukan pemadaman di lapangan.

"Ini sangat membantu petugas dalam melakukan pemadaman di lapangan," katanya.

Meski demikian, Sholihin mengatakan dukungan kendaraan operasional masih menjadi bagian penting yang perlu diperkuat untuk mempercepat mobilisasi petugas menuju titik karhutla.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Batang Hari, luas lahan yang terbakar akibat karhutla sejak Januari hingga 7 September 2026 telah mencapai lebih dari 678 hektare yang berasal dari 174 kejadian dan tersebar di delapan kecamatan.

Dari seluruh kecamatan terdampak, Muara Bulian mencatat luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 422,49 hektare.

Kondisi akses dan keterbatasan sumber air juga pernah menjadi kendala saat penanganan karhutla di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin.

Pemadaman di kawasan tersebut bahkan membutuhkan dukungan helikopter "water bombing" karena lokasi kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat.

Sholihin berharap hasil evaluasi tersebut dapat meningkatkan kesiapan dan kecepatan respons petugas ketika menghadapi kebakaran sehingga api dapat lebih cepat dikendalikan dan luas lahan yang terbakar dapat ditekan.

"Dengan langkah-langkah evaluasi ini, ke depan petugas di lapangan bisa lebih maksimal dalam proses pemadaman api di titik karhutla, sehingga luasan lahan terbakar dapat lebih diminimalisir," kata Sholihin.

Baca juga: Pemadaman karhutla di TN Berbak dimaksimalkan melalui udara

Baca juga: Satgas karhutla Jambi kirim alat berat tangani kebakaran di TN Berbak

Baca juga: Gubernur Jambi: 80 persen kasus karhutla terindikasi disengaja

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.