AirNav menjamin layanan navigasi aman pascagempa NTT

August 2026 ยท 3 minute read

AirNav menjamin layanan navigasi aman pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 10:36 WIB

Image Print

Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/nym.

Tangerang (ANTARA) - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memastikan seluruh layanan navigasi penerbangan tetap berjalan secara optimal di tengah dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno dalam keterangan resmi diterima di Tangerang, Senin mengatakan berdasarkan laporan sejumlah fasilitas pelayanan navigasi penerbangan yang terdampak, maka, AirNav memastikan operasional layanan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, dapat terkendali.

Selain itu, pihaknya juga memastikan akan mendukung kelancaran proses evakuasi serta distribusi bantuan melalui jalur udara dari dan menuju wilayah terdampak bencana.

"Berdasarkan laporan terakhir yang kami himpun, dampak gempa terhadap fasilitas AirNav Indonesia antara lain terdapat di Unit Bajawa, Unit Ruteng, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, serta Cabang Pembantu Labuan Bajo. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi keretakan dan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan tower," katanya menjelaskan.

Ia menyebut, manajemen AirNav Indonesia memprioritaskan agar pelayanan navigasi penerbangan tetap dapat dilaksanakan secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

"Sementara itu, fasilitas AirNav Indonesia di Kupang, Waingapu, Tambolaka, dan Denpasar berdasarkan pemantauan sementara dalam kondisi aman," ujar dia.

Ia mengatakan langkah kesiapan tersebut dilakukan melalui asesmen kondisi fasilitas, penerapan skema kontingensi, serta pengaturan pelayanan dari lokasi yang dinilai aman.

"Alhamdulillah, seluruh personel AirNav Indonesia di wilayah terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat. Secara internal, keamanan dan keselamatan pegawai juga menjadi salah satu prioritas manajemen," katanya.

Saat ini, tambah Avirianto, pemeriksaan terhadap kondisi bangunan, fasilitas komunikasi, dan peralatan navigasi penerbangan masih terus dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan masih terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah.

AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kesiapan operasional dan keselamatan penerbangan.

Dukungan pelayanan navigasi penerbangan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas udara, khususnya untuk mendukung proses evakuasi masyarakat, mobilisasi personel, serta distribusi bantuan kemanusiaan dari dan menuju wilayah terdampak.

Sejalan dengan langkah penanganan kebencanaan yang dikoordinasikan pemerintah, AirNav Indonesia terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan dukungan pelayanan navigasi penerbangan bagi kebutuhan penanganan darurat serta pemulihan di wilayah terdampak.

"Ada contigency plan yang kami jalankan dalam situasi seperti ini. Sejalan dengan itu, perkembangan kondisi fasilitas dan pelayanan navigasi penerbangan akan terus dipantau dan disampaikan secara berkala kepada pemerintah, sesuai hasil verifikasi serta perkembangan situasi di lapangan," katanya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi.

Berdasarkan laporan sementara diterima Kementerian Sosial RI, gempa tersebut berdampak ke sejumlah wilayah terutama di Pulau Flores, yakni Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.