Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengalokasikan dana sebesar Rp34,69 miliar pada 2026 untuk memperbaiki sebanyak 20 unit jembatan yang rusak dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir November 2025.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Agam Roza Syafdefianti di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan dana Rp34,69 miliar itu digunakan untuk memperbaiki 20 unit jembatan tersebar di Kecamatan Tilatang Kamang, Canduang, Malalak, Palupuh, Ampek Koto, Tanjung Raya, Palembayan, Lubuk Basung dan lainnya.
"Sebagian besar dokumen perencanaan telah selesai 100 persen dan pekerjaan dikerjakan secara bertahap mulai Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun," katanya.
Ia mengatakan jembatan itu dibangun dengan dana paling kecil sebesar Rp400 juta dan paling besar Rp5,21 miliar. Dana Rp5,21 miliar untuk pembangunan jembatan Sini Aia, Balai Satu, Malalak Selatan, Kecamatan Malalak.
Lalu Jembatan Batu Bata, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan sebesar Rp4,78 miliar, Jembatan Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang Rp3,65 miliar, Jembatan Batang Tumayo, Kecamatan Tanjung Raya Rp3,65 miliar.
Sementara dana pembangunan jembatan itu bersumber dari Transfer Ke Daerah (TKD) Rp33,09 miliar untuk 18 unit jembatan.
Dana Alokasi Umum (DAU) Rp400 juta untuk pembangunan Jembatan Pinang Balirik, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang.
Setelah itu Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Rp1,2 miliar untuk pembangunan Jembatan MTsN, Kecamatan Ampek Koto.
"Dana ini merupakan sisa BKK kebencanaan pada 2025," katanya.
Ia mengakui pembangunan 20 unit jembatan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak, memilihkan aktivitas ekonomi masyarakat, memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
Pembangunan jembatan juga meningkat ketahanan infrastruktur terhadap resiko bencana dimasa mendatang, memperkuat koordinasi antar instansi dalam penanganan bencana, mewujudkan pemulihan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.
"Ini juga mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat bencana," katanya.