Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama ID Food, Ghimoyo menuturkan, lewat Warung Pangan, perusahaan ingin menggandeng mitra sebagai mitra warung pangan di pasar tradisional. Setiap mitra akan mendapat pasokan dengan harga lebih murah, tetapi dengan komitimen menjual lagi sesuai harga eceran tertinggi (HET).
“Jadi ID Food itu yang paling utama adalah menggandeng mitra. Menggandeng mitra di pasar-pasar tradisional supaya harga itu stabil. Karena yang menjadi mitra Warung Pangan itu punya komitmen dengan kita. Kita kasih harga minimum, tapi dia harus menjual maksimum di harga HET,” kata dia, Senin, (20/7/2026).
“Misalnya ada terjadi gejolak tinggi, dia enggak boleh naikin, karena dari kita harganya sudah cukup murah. Kira-kira nanti itu yang akan dirasakan sama masyarakat, ketersediaan dan stabilisasi harga,” Ghimoyo menambahkan.
Adapun warung pangan ini merupakan aplikasi mobile yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi & UKM serta Kementerian BUMN yang dikembangkan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia bekerja sama dengan BUMN Klaster pangan serta jaringan supplier lainnya.
Apliasi itu dapat diunggah di playstore dan Appstore yang mempermudah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) membeli dan menjual ketersediaan komoditas pangan kepada masyarakat luas.
Seiring hal itu, warung pangan menjangkau 108 kota dengan 28.438 mitra aktif. Produk yang dijual pun mencapai 425 produk.
Lalu apa saja produk yang dijual di warung pangan?
Mengutip laman warungpangan.com, sejumlah kategori produk yang dijual yakni beras, minyak goreng kemasan, obat-obatan,pembersih rumah, ikan, ayam, telur, gula.
Selain itu, ada buah-buahan, minuman sachet, tepung, bihun,air mineral, bumbu dapur instan, makanan beku, makanan ringan, minuman, rempah, dan sayuran, Lalu ada toping kue/isi roti, mentega, susu/yoghurt, daging, sarden, tisu, teh. Lalu ada keperluan rumah tangga, garam, kopi, minyak goreng premium, minyak goreng curah dan lainnya.