Direktur Utama Patuna Travel, Syam Resfiadi di sela-sela acara Silaturrahim dan Sosialisasi Jamaah Haji Khusus Patuna Travel di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi menyambut positif langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) membuka kanal pengaduan publik untuk membongkar dugaan praktik mafia dalam penyelenggaraan haji dan umrah.
Menurut dia, keberadaan kanal pengaduan tersebut dapat mempercepat penanganan berbagai persoalan yang terjadi dalam ekosistem haji dan umrah.
Sebelumnya, Kemenhaj membuka ruang pengaduan publik melalui hotline untuk menerima laporan masyarakat terkait dugaan praktik mafia dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Respons masyarakat disebut cukup tinggi dengan hampir 13 ribu pengaduan telah masuk ke kanal pengendalian.
Syam mengatakan, keberadaan Kemenhaj sebagai kementerian yang secara langsung menangani urusan haji dan umrah merupakan langkah positif. Sebelumnya, urusan tersebut berada pada level direktorat.
"Alhamdulillah, artinya Kemenhaj sebagai kementerian yang baru terbentuk, yang menangani langsung masalah haji dan umrah. Dulunya sekelas Direktur sekarang sudah di level kementerian, sekarang sudah menangani masalah-masalah terkait haji dan umrah," kata Syam kepada Republika, Selasa (15/9/2026)
Menurut dia, persoalan dalam penyelenggaraan haji dan umrah bukan hal baru. Khusus untuk umrah, berbagai kasus disebut terus terjadi hampir setiap tahun, terutama setelah pandemi Covid-19.
"Seperti diketahui, banyak kasus-kasus di haji dan umrah. Terus terang kasus umrah akan terjadi hampir setiap tahun mulai sejak krisis akibat pandemi Covid-19 tahun 2022 sampai sekarang, mungkin akan masih sampai tahun 2030,"kata dia.
Syam menilai kondisi ekonomi saat ini juga berdampak langsung terhadap lingkaran bisnis dan ekosistem haji serta umrah. Kondisi tersebut juga turut memberikan dampak kepada penyelenggara perjalanan haji dan umrah yang tidak bermasalah.
"Karena dengan kondisi ekonomi seperti saat ini berdampak langsung kepada lingkaran bisnis umrah dan haji atau ekosistem umrah dan haji,"kata dia.