Bandung Barat (ANTARA) - Sejumlah warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menemukan material menyerupai pasir halus di teras rumah dan mobil pada Minggu (6/9) pagi berkaitan dengan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Salah seorang warga Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat Fauzi Beni Ridwan (37), mengatakan material tersebut ditemukan saat dirinya memeriksa kondisi teras rumah pada pagi hari.
"Tadi pagi pas ngecek teras rumah kaya ngeres gitu, kaya pasir, bukan debu biasanya," ujar Fauzi di Bandung Barat, Minggu.
Menurut dia, material tersebut menempel di lantai teras dan mobilnya terasa lebih kasar dibandingkan debu yang biasanya terdapat di sekitar rumah.
Fauzi menduga kemunculan material tersebut berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda.
Sementara itu, Observer dan Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Muhamad Iid Mujtahiddin mengatakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teramati mencapai ketinggian sekitar 20.000 kaki dan bergerak menuju sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat.
"Memang untuk abu vulkanik ini teramati pada ketinggian 20 ribu kaki mengarah ke Jakarta, Banten, termasuk Jawa Barat. Jadi, memungkinkan abu vulkanik itu sampai Jawa Barat, termasuk Bandung Raya," kata Iid.
Ia menjelaskan arah pergerakan abu vulkanik dipengaruhi kondisi atmosfer, sehingga material hasil erupsi dapat terbawa angin hingga wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi.
BMKG, kata dia, terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi atmosfer dan arah pergerakan abu vulkanik untuk mengetahui kemungkinan dampaknya terhadap wilayah Jawa Barat.
"Kita terus melakukan monitoring perkembangan dan informasinya akan disampaikan BMKG," katanya.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak sebaran abu vulkanik meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Gunakan masker untuk menjaga kesehatan," kata Iid.
Masyarakat juga diminta tidak panik dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait mengenai perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pewarta: Ilham Nugraha
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.