8 Negara, Termasuk Indonesia Kecam Aksi Pemukim Israel dan Menteri Israel Berhaluan Ekstrem di Masjid Al-Aqsa

July 2026 ยท 2 minute read

Fitra Iskandar

| 24 Juli 2026, 15:19 WIB

8 Negara, Termasuk Indonesia Kecam Aksi Pemukim Israel dan Menteri Israel Berhaluan Ekstrem di Masjid Al-Aqsa

Kompleks Masjid Al-Aqsa. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Delapan negara, termasuk Indonesia, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Mesir, Pakistan, Arab Saudi, dan Yordania, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keras aksi masuknya secara massal para pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa yang dipimpin sejumlah menteri Israel berhaluan ekstrem.

Dalam pernyataan tersebut, para menteri luar negeri menyebut tindakan itu sebagai aksi yang provokatif, tidak dapat diterima, serta melanggar hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mereka juga mengecam berbagai tindakan provokatif yang terjadi di kawasan Masjid Al-Aqsa, termasuk pengibaran bendera Israel di halaman kompleks masjid serta pendirian tenda oleh aparat kepolisian Israel.

Menurut pernyataan bersama itu, tindakan-tindakan tersebut berpotensi memperburuk ketegangan, memicu kebencian dan ekstremisme, serta menghambat upaya mewujudkan perdamaian yang adil berdasarkan solusi dua negara (two-state solution).

Delapan negara tersebut kembali menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk terhadap situs-situs suci umat Islam dan Kristen yang berada di wilayah tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan tempat ibadah khusus bagi umat Islam, sementara pengelolaan resmi kawasan tersebut berada di bawah kewenangan Departemen Wakaf Yerusalem (Jerusalem Awqaf Department).

Selain mengecam aksi para pemukim Israel, para menteri luar negeri mendesak pemerintah Israel untuk mencabut berbagai pembatasan akses menuju Kota Tua Yerusalem. Mereka juga menyerukan kepada komunitas internasional agar mengambil langkah tegas untuk menghentikan berbagai pelanggaran terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem.

Pernyataan bersama itu menegaskan pentingnya menjaga status quo di kawasan suci Yerusalem demi mencegah meningkatnya eskalasi konflik dan menciptakan kondisi yang mendukung tercapainya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Sumber: Yenisafak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F

F

Didesak Serah Terima Unit LRT CIty, Manajemen ADHI Akui Belum Mampu Kembalikan Dana Konsumen, Tawarkan Opsi PInjam Pakai dan Tukar Unit

Bogor Dapat Jatah Bedah Rumah 6.396 Unit, Ara Buka Opsi Penambahan Kuota

2.400 Konsumen LRT City Belum Serah Terima Unit, Ara Turun Tangan

Ada 746 Ribu RTHL, Pemerintah Genjot BSPS di Bogor

Perkuat Peran Pengentasan Kemiskinan, Mensos Titip Lima Pesan kepada DNIKS