Jakarta (ANTARA) - Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan salah satu sayuran hijau yang telah lama dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain dikenal sebagai makanan yang dipercaya membantu produksi ASI, daun katuk juga memiliki kandungan gizi yang beragam dan berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Daun katuk mengandung berbagai nutrisi penting, seperti protein, serat, provitamin A, vitamin C, vitamin E, serta sejumlah mineral seperti kalsium, zat besi, kalium, dan fosfor. Selain itu, tanaman ini juga memiliki senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang banyak diteliti karena aktivitas antioksidannya.
Berikut sejumlah manfaat daun katuk bagi kesehatan tubuh.
1. Membantu meningkatkan produksi ASI
Manfaat daun katuk yang paling dikenal masyarakat adalah membantu memperlancar produksi air susu ibu (ASI). Daun katuk telah lama digunakan sebagai makanan pendukung bagi ibu menyusui karena kandungan nutrisinya yang mendukung kebutuhan tubuh selama masa laktasi.
Meski demikian, efektivitas daun katuk sebagai pelancar ASI tetap perlu didukung dengan pola makan seimbang, cukup minum, serta kondisi kesehatan ibu. Beberapa penelitian mengenai manfaat daun katuk sebagai galaktagog masih memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya solusi.
Baca juga: Tak hanya tingkatkan ASI, ini 8 manfaat daun katuk untuk ibu menyusui
Baca juga: Pentingnya daun katuk untuk memperlancar produksi ASI
2. Mendukung daya tahan tubuh
Daun katuk mengandung vitamin C dan senyawa antioksidan seperti flavonoid serta polifenol. Nutrisi tersebut berperan dalam membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas.
Antioksidan membantu menjaga keseimbangan tubuh dan mendukung fungsi sistem kekebalan agar tetap bekerja dengan baik.
3. Membantu menjaga kesehatan mata
Kandungan provitamin A atau beta-karoten dalam daun katuk dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin A tubuh. Vitamin A diketahui memiliki peran penting dalam menjaga fungsi penglihatan, terutama dalam kondisi pencahayaan rendah.
Kandungan beta-karoten daun katuk menjadi salah satu alasan sayuran ini sering dimasukkan dalam daftar makanan hijau kaya nutrisi.
4. Mendukung kesehatan tulang
Daun katuk mengandung mineral seperti kalsium dan fosfor yang berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi.
Asupan mineral yang cukup dari berbagai sumber makanan diperlukan untuk membantu mempertahankan struktur tulang, terutama jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
5. Membantu memenuhi kebutuhan zat besi
Kandungan zat besi dalam daun katuk dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral yang berperan dalam pembentukan hemoglobin.
Hemoglobin berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mudah lelah dan mengalami gangguan kesehatan tertentu.
Baca juga: Tak hanya enak, daun melinjo punya segudang manfaat sehat bagi tubuh
Baca juga: Daun binahong: Tanaman herbal serbaguna untuk kesehatan tubuh
6. Mendukung kesehatan pencernaan
Daun katuk juga mengandung serat yang dapat membantu menjaga fungsi sistem pencernaan. Serat dari sayuran berperan dalam membantu proses pencernaan dan menjaga kesehatan saluran cerna.
Konsumsi makanan tinggi serat sebaiknya tetap diimbangi dengan asupan air yang cukup agar manfaatnya lebih optimal.
7. Berpotensi memiliki efek antibakteri
Sejumlah penelitian menunjukkan ekstrak daun katuk memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi memberikan aktivitas antibakteri.
Namun, penelitian tersebut banyak dilakukan dalam bentuk ekstrak atau uji laboratorium, sehingga manfaat langsung dari konsumsi daun katuk sebagai obat antibakteri masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
8. Membantu menjaga kesehatan kulit
Kandungan antioksidan dalam daun katuk, seperti vitamin C dan senyawa polifenol, dapat membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.
Antioksidan berperan dalam menjaga kesehatan kulit dengan membantu melawan efek buruk radikal bebas yang dapat memengaruhi kondisi kulit.
Kandungan gizi daun katuk
Dalam 100 gram daun katuk, terkandung sejumlah nutrisi penting, di antaranya:
- Protein sekitar 6,4 gram.
- Lemak sekitar 1 gram.
- Karbohidrat sekitar 9,9 gram.
- Serat sekitar 1,5 gram.
- Kalsium sekitar 233 miligram.
- Zat besi sekitar 3,5 miligram.
- Kalium.
- Beta-karoten atau provitamin A.
Cara aman mengonsumsi daun katuk
Daun katuk umumnya dikonsumsi sebagai sayuran, seperti sayur bening, tumisan, atau campuran makanan lainnya. Agar tetap aman, daun katuk sebaiknya dicuci bersih dan dimasak dengan cara yang tepat.
Konsumsi daun katuk juga sebaiknya dilakukan secara wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang. Bagi seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan sebelum menjadikan daun katuk sebagai bagian dari terapi kesehatan.
Dengan kandungan nutrisi dan senyawa alami yang dimilikinya, daun katuk dapat menjadi salah satu pilihan sayuran bergizi untuk mendukung kesehatan tubuh.
Baca juga: 10 Manfaat daun salam bagi kesehatan tubuh, gak cuma buat masakan
Baca juga: 7 manfaat daun meniran untuk kesehatan, jaga daya tahan tubuh dan hati
Baca juga: 8 manfaat daun jeruk purut dan cara mengonsumsinya
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.