Bagikan:
YOGYAKARTA - Kentang memang serbaguna dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, jika Anda ingin mencoba sumber karbohidrat lain, ada banyak umbi-umbian yang dapat menjadi variasi masakan. Beberapa di antaranya bahkan merupakan bahan pangan lokal yang sudah lama dikenal di Indonesia. Umbi yang bisa menggantikan kentang dapat menjadi pilihan untuk membuat masakan lebih beragam sekaligus mengenal kembali kekayaan pangan lokal.
Kementerian Pertanian RI menyebut ubi kayu, ubi jalar, talas, kimpul, gadung, suweg, dan sejumlah umbi lainnya sebagai bahan pangan yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan. Lantas, apa saja yang bisa Anda coba sebagai alternatif kentang?
1. Ubi jalar
Ubi jalar termasuk pilihan paling mudah karena dapat diolah dengan berbagai cara, seperti direbus, dikukus, dipanggang, digoreng, hingga diolah menjadi kue hingga jajanan tradisional. Ubi jalar dan kentang sama-sama kaya karbohidrat, tetapi memiliki profil nutrisi yang berbeda. Ubi jalar juga cenderung memiliki rasa lebih manis sehingga memberikan karakter berbeda pada hidangan.

2. Talas
Talas memiliki tekstur berpati yang dapat menjadi alternatif untuk hidangan yang biasanya menggunakan kentang. Talas dapat direbus, dikukus, dipanggang, atau digoreng setelah dikupas dan dimasak dengan benar. Namun, talas tidak boleh dikonsumsi mentah. Melansir Allrecipes, Selasa, 4 Agustus, talas mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan rasa gatal atau iritasi sehingga proses pemasakan menjadi bagian penting sebelum dikonsumsi.
3. Singkong
Singkong merupakan salah satu umbi yang sangat familiar di Indonesia. Kementerian Pertanian RImemasukkan singkong atau ubi kayu sebagai salah satu umbi yang berpotensi mendukung diversifikasi pangan.
Teksturnya memang tidak sama persis dengan kentang, tetapi singkong dapat direbus, dikukus, dihaluskan, atau digoreng. Anda bisa menggunakannya untuk membuat variasi hidangan gurih yang biasanya berbahan dasar umbi.
4. Kimpul
Kimpul mungkin belum sepopuler kentang atau singkong, tetapi termasuk umbi yang dapat dikenalkan kembali sebagai bahan pangan alternatif. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memasukkan kimpul dalam pembahasan mengenai bahan makanan pokok pengganti dari tanah Nusantara.
Karena karakter teksturnya berbeda dari kentang, kimpul lebih tepat digunakan sebagai alternatif dalam hidangan tertentu, bukan sebagai pengganti kentang satu banding satu.

5. Ganyong
Ganyong juga termasuk umbi lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mencatat ganyong sebagai salah satu bahan makanan pokok alternatif yang berasal dari kekayaan pangan Nusantara.
Umbi ini bisa menjadi pilihan ketika Anda ingin memperluas variasi bahan pangan. Penggunaannya tentu perlu disesuaikan dengan karakter dan tekstur ganyong setelah dimasak.
6. Suweg
Suweg merupakan salah satu umbi lokal yang potensial untuk diversifikasi pangan. Memasukkan suweg dalam kelompok aneka umbi yang dapat dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif.
Suweg memiliki karakter yang berbeda dari kentang sehingga tidak semua resep kentang dapat langsung diterapkan. Namun, keberadaannya memberikan pilihan lain untuk mengolah sumber karbohidrat selain kentang.
7. Uwi
Uwi termasuk salah satu umbi yang dikenal sebagai bagian dari keragaman pangan Nusantara. Melansir laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam pembahasan mengenai bahan makanan pokok alternatif, uwi bisa ditemui di berbagai wilayah Indonesia.
Anda dapat menjadikan uwi sebagai bahan eksplorasi untuk memperkaya menu berbasis umbi. Dengan begitu, variasi masakan tidak hanya bergantung pada kentang, tetapi juga memanfaatkan kekayaan pangan lokal.
BACA JUGA:
Pada akhirnya, tidak semua umbi dapat menggantikan kentang secara langsung dalam setiap resep.Daftar umbi yang bisa menggantikan kentang di atas, bukan hanya soal mencari bahan pengganti, tetapi juga cara sederhana untuk memperkaya pilihan pangan sehari-hari. Ubi jalar, talas, singkong, kimpul, ganyong, suweg, dan uwi dapat menjadi alternatif untuk berbagai olahan sesuai karakter masing-masing. Dengan pengolahan yang tepat, umbi-umbian lokal tersebut bisa menghadirkan variasi menu sekaligus membuat Anda lebih mengenal potensi pangan Nusantara.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+