5 Hari Belum Padam, Kebakaran TPA Galuga Meluas hingga 7,1 Hektare

September 2026 · 2 minute read

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) masih belum padam. Terhitung sudah lima hari kebakaran berlangsung sejak Senin (7/9).

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan area yang terbakar meluas ke wilayah Kota Bogor dengan cakupan area mencapai 7,1 hektare. Kebakaran sudah merembet hingga luar TPA.

"Awalnya 1,7 hektare, kemudian menjadi lima hektare. Sekarang kalau digabung dengan wilayah Kota Bogor kurang lebih 7,1 hektare," kata Rudy, Jumat (11/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rudy, api sudah tidak terlihat berkobar, namun masih membakar di dalam timbunan sampah. Asap juga masih mengepul.

"Kalau dilihat, apinya tidak terlihat. Namun, asap terus mengepul sedikit-sedikit dan di dalamnya ternyata masih ada bara api. Kami bongkar satu per satu lalu didinginkan," ujar Rudy.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta bantuan pemerintah pusat untuk Operasi Modifikasi Cuaca agar mempercepat proses pemadaman.

"Jadi memang salah satu penanganan yang harus dilakukan adalah modifikasi cuaca dengan menurunkan hujan, kalau kemudian ternyata hujan alami tidak turun di wilayah Galuga. Itu yang kita coba usulkan nanti (pemerintah pusat)," ujar Dedie yang memantau langsung proses penanganan kebakaran bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Pemadaman dilakukan dengan sejumlah metode termasuk menurunkan alat berat  hingga menggunakan water bombing dari TNI AU.

"Kita koordinasi dengan Lanud ATS (Atang Sanjaya), untuk tetap dilakukan water bombing, Insya Allah masih akan dilakukan. Jadi multimethod lah ya, tidak mungkin dengan hanya cuma satu cara," ujar Dedie.

"Jadi memang kita berupaya semaksimal mungkin apa yang kita bisa lakukan, terutama dengan mengerahkan alat-alat berat, ditambah dengan penyemprotan. Tetapi tadi, harapannya hujan. Kalaupun nanti beberapa hari ke depan belum turun hujan, kita usulkan untuk modifikasi cuaca, supaya bisa turun hujan di sini," tambahnya.

Wali Kota Bogor tersebut mengatakan titik api masih terlihat di sejumlah lokasi. Api muncul dari bawah timbunan sampah setelah diurai menggunakan alat berat.

"Namun, seperti yang kita duga, api di lokasi tempat pembuangan akhir sampah ini kan ibarat sekam ada di dalam. Jadi, kelihatan dari luar seperti tidak ada muncul api atau titik api, tetapi manakala kita gali, kemudian terlihat api," ujar Dedie.

Baca selengkapnya di sini.

(knf/isn)