Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banda Aceh mencatat sebanyak 31 orang meninggal dunia dan 429 orang mengalami luka akibat kecelakaan lalu lintas di ibu kota provinsi Aceh itu selama Januari-Agustus 2026.
"Jumlah yang meninggal sebanyak 31 orang, dan secara umum angka kecelakaan lalu lintas di Banda Aceh mengalami peningkatan," kata
Kasatlantas Polresta Banda Aceh, Kompol Mawardi, di Banda Aceh, Sabtu.
Kompol Mawardi mengatakan, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2026 hingga Agustus ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Di mana, pada 2025, Satlantas Polresta Banda Aceh mencatat kecelakaan lalu lintas hingga Desember sebanyak 226 kasus. Sedangkan 2026, hingga Agustus korban akibat kecelakaan telah mencapai ratusan orang, baik meninggal, luka berat dan ringan.
Mawardi menyebutkan, peningkatan kecelakaan lalu lintas terjadi karena beberapa faktor, diantaranya pertumbuhan jumlah penduduk serta tingkat kesadaran dan kepatuhan para pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun roda empat.
“Peningkatan jumlah kecelakaan ini menjadi perhatian kami. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kesadaran dan kepatuhan setiap pengendara sangat diperlukan,” ujarnya.
Karena itu, Satlantas Polresta Banda Aceh mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, dan selalu mematuhi aturan lalu lintas.
Menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Polisi juga mengingatkan pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat agar selalu memperhatikan kondisi jalan, menjaga kecepatan, dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
"Kita berharap masyarakat turut berperan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan meningkatkan disiplin berkendara dan mematuhi setiap aturan yang berlaku," demikian Kompol Mawardi.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.