CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Penggunaan vasektomi sebagai metode kontrasepsi pria masih tergolong rendah di Indonesia. Dari sekitar 28,1 juta peserta KB (Keluarga Bencana) pada 2025, hanya 36.504 orang yang tercatat menggunakan metode operasi pria (MOP) atau vasektomi.
Direktur Bina Akses Pelayanan KB Kemendukbangga/BKKBN dr. Fajar Firdawati mengatakan, pengguna vasektomi paling banyak berasal dari wilayah Jawa. Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan jumlah pengguna vasektomi terbanyak secara absolut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang banyak itu kita di daerah Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Tapi sebenarnya Sumatera Utara juga lumayan. DKI juga cukup banyak. Tapi lebih banyak Jawa pasti daripada DKI," kata Firda di acara Advokasi Strategis PJPK BKKBN, Jakarta, Rabu (23/9).
Berdasarkan pendataan keluarga 2025, jumlah pengguna vasektomi tercatat 36.504 orang. Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan total sekitar 28.149.000 peserta KB pada tahun yang sama.
Firda pun menyampaikan bahwa penggunaan vasektomi masih jauh lebih rendah dibandingkan kontrasepsi pria lainnya. Sebagai perbandingan, pengguna kondom dalam pendataan keluarga 2025 mencapai 885.034 orang.
Pilihan Redaksi
- Ramai Pro Kontra Vasektomi, Apa Bedanya dengan Kebiri?
- Ini Efek Vasektomi pada Pria Menurut Ahli, Tak Ganggu Fungsi Seksual
- 1 dari 5 Wanita Alami Masalah Mental saat Hamil hingga Melahirkan
Pemerintah sebelumnya menyediakan dukungan biaya operasional KB untuk pelayanan kontrasepsi jangka panjang, termasuk vasektomi. Firda menyebut, dukungan disalurkan melalui pemerintah kabupaten/kota dan jumlah penerima dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
"Untuk MOP (metode operasi pria) itu sekitar 2.688 klien yang mau kita dukung. Artinya yang kita bisa bantu biayanya adalah sekitar 2.688. Ini target awal," ujarnya.
Besaran dukungan yang dialokasikan mencapai sekitar Rp1.577.000 per peserta. Dana tersebut pun tidak seluruhnya merupakan pembayaran jasa medis.
Tidak semua pelayanan vasektomi dibiayai program
Dukungan BKKBN tidak berarti seluruh pelayanan vasektomi di setiap daerah otomatis mendapatkan pembiayaan. Jumlah kuota bergantung pada pengajuan dan kebutuhan masing-masing daerah.
Kondisi tersebut terkadang menimbulkan kebingungan di masyarakat. Ada daerah yang memiliki kuota, tetapi masyarakat belum mengetahui tempat untuk mendapatkan pelayanan atau informasi mengenai program tersebut.
Firda mengimbau masyarakat yang ingin mengetahui layanan vasektomi dapat menghubungi fasilitas atau pengelola program KB di wilayah masing-masing. Selain itu juga bisa diakses menggunakan skema pembiayaan jaminan kesehatan untuk pelayanan yang memenuhi ketentuan.
Skema tersebut berlaku untuk pelayanan yang dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), sementara program BKKBN digunakan untuk pelayanan yang membutuhkan dukungan kegiatan di lapangan.
(anm/asr)