<> 20 Ribu Perempuan UMKM Telah Ikuti Program DBS Foundation dan MCI |Republika Online

20 Ribu Perempuan UMKM Telah Ikuti Program DBS Foundation dan MCI |Republika Online

October 2026 · 4 minute read

SPV Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Nazla Mariza mengatakan program tersebut dirancang sebagai program jangka panjang selama dua tahun yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha sehari-hari.

“Kalau DBS kita punya program jangka panjang dua tahun, dari tahun lalu sampai tahun depan, untuk melatih dan mendampingi 40 ribu perempuan pelaku atau pemilik usaha mikro dan kecil,” kata Nazla.

Menurut Nazla, tahap awal program mencakup literasi keuangan, termasuk pemahaman mengenai akses terhadap produk dan layanan keuangan yang legal serta diawasi OJK. Peserta kemudian mendapatkan materi mengenai literasi digital dan pemasaran melalui kanal digital.

“Target kita, dampak yang terjadi dari dua tahun program adalah para perempuan pelaku UMKM ini punya kesehatan finansial yang lebih baik. Artinya mereka bisa mengelola keuangan lebih baik, mengelola bisnis lebih baik, dan juga ada peningkatan usahanya,” ujarnya.

Peningkatan usaha tersebut antara lain dilihat dari perkembangan bisnis, seperti penambahan tenaga kerja, ekspansi usaha, maupun peningkatan penjualan setelah pelaku usaha masuk ke ekosistem digital.

Khusus di Jawa Tengah, Nazla mengatakan program tersebut telah mendampingi sekitar 7.000 perempuan pelaku UMKM dalam satu tahun terakhir. Jumlah tersebut diharapkan bertambah sekitar 7.000–8.000 peserta pada tahun berikutnya melalui kerja sama dengan mitra dan Pemerintah Kota Semarang.

Sementara itu, Direktur Eksekutif MCI Ade Soekadis mengatakan evaluasi terhadap pelaksanaan program pada tahun pertama dilakukan untuk memperkuat dampak pada tahun berikutnya.

“Program ini berlangsung selama dua tahun. Jadi, setelah satu tahun berjalan, kami ingin melihat kembali capaian sekaligus pembelajaran yang didapat. Harapannya, pada satu tahun berikutnya kami bisa memberikan dampak yang lebih besar dan relevan bagi perempuan pelaku usaha mikro dan kecil di Semarang,” ujar Ade.

Menurut Ade, tantangan pelaku usaha bukan lagi sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari agar produk dapat menjangkau pasar, baik secara digital maupun non-digital. Ia juga menyoroti pentingnya pencatatan keuangan sebagai salah satu faktor dalam mengakses permodalan.

“Mayoritas pengusaha itu usaha mikro. Salah satu yang kami inginkan melalui program ini adalah bagaimana kelompok yang rentan dan terpinggirkan bisa tetap mendapatkan akses dan kesempatan untuk berkembang. Perempuan juga menjadi kelompok yang kami beri perhatian. Kami ingin memastikan mereka bisa ikut berpartisipasi dan tidak tertinggal,” katanya.

Program tersebut dibahas dalam Learning Event “Cakap Teknologi ke Pasar Digital” yang digelar DBS Foundation bersama MCI di Aula Balai Kota Semarang. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 800 peserta, termasuk 600 perempuan pemilik dan pengelola usaha mikro dan kecil peserta program, perwakilan pemerintah daerah, lembaga keuangan, organisasi masyarakat, akademisi, dan media.

Learning Event di Semarang membahas dua tema utama. Sesi pertama membahas penguatan literasi digital sebagai strategi untuk mendukung perempuan pemilik dan pengelola usaha mikro dan kecil di perkotaan. Sesi kedua membahas penggunaan saluran pemasaran digital dan pengelolaan keuangan usaha.

Kegiatan tersebut juga diisi Bazar UMKM yang menampilkan 35 booth peserta program, testimoni pelaku usaha, serta kegiatan interaktif berupa doorprize dan business challenge.

Pembelajaran dari rangkaian learning event di Medan, Semarang, Surabaya, dan Jakarta akan dihimpun dalam learning document yang memuat rekomendasi strategi untuk mendukung perempuan pemilik dan pengelola usaha mikro dan kecil di wilayah perkotaan. Dokumen tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian UMKM Republik Indonesia.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan pemberdayaan perempuan dan inklusi finansial menjadi salah satu fokus DBS Foundation dalam menjalankan program sosial.

“Kami berharap semakin banyak perempuan pelaku UMKM memiliki akses terhadap pengetahuan, layanan, dan produk keuangan yang dapat membantu mereka meningkatkan ketahanan usaha, memenuhi kebutuhan dasar keluarga, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Mona.