Kabupaten Bengkulu Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, melakukan layanan jemput bola ke desa-desa untuk mempercepat kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) setelah tercatat masih ada 10.456 anak di daerah tersebut yang belum memiliki dokumen identitas.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkulu Tengah Adnan Kasidi di Bengkulu, Jumat, mengatakan hingga saat ini baru 24.764 anak atau 70,3 persen dari total 35.220 anak wajib KIA yang telah memiliki kartu identitas.
"Anak yang belum memiliki KIA di Kabupaten Bengkulu Tengah masih cukup banyak. Berdasarkan data masih ada sekitar 10.456 anak yang belum memiliki KIA," kata Adnan.
Ia mengatakan, untuk meningkatkan cakupan kepemilikan KIA, Dukcapil kembali mengoperasikan layanan keliling dan jemput bola ke desa-desa sehingga masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor pelayanan.
Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar para orang tua tidak lagi menunda pengurusan KIA, mengingat kartu identitas tersebut memiliki banyak manfaat bagi anak.
Adnan mengatakan KIA tidak hanya berfungsi sebagai dokumen identitas, tetapi juga diperlukan untuk berbagai keperluan administrasi, termasuk pelayanan publik dan pendidikan.
Karena itu, pihaknya mengimbau para orang tua yang anaknya belum memiliki KIA agar segera memanfaatkan layanan jemput bola atau mengurusnya langsung ke Kantor Dukcapil Kabupaten Bengkulu Tengah.
Selain memperluas layanan, Dukcapil juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Tengah untuk meningkatkan kepemilikan KIA melalui sektor pendidikan.
"Kita sudah bekerja sama dengan Dinas Dikbud agar kepemilikan KIA bisa tinggi di Bengkulu Tengah. Kita meminta Dinas Dikbud memasukkan KIA sebagai salah satu syarat untuk mendaftar sekolah," kata dia.
Ia berharap sinergi antarlembaga dan layanan jemput bola tersebut dapat mendorong orang tua lebih proaktif mengurus administrasi kependudukan anak sehingga target kepemilikan KIA 100 persen di Kabupaten Bengkulu Tengah dapat segera tercapai.
Pewarta: Anggi Mayasari
Editor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.